cerita Kecil..

sepertinya baru saja,tapi terasa begitu lama..
dua tahun lalu, kita bertegur sapa dan berhasil mempertahankannya
hingga apa yang ada di masa kita dua tahun lalu itu berubah,
keadaan, pola pikir, kesempatan, jalan hidup, realita,keseimbangan dan mungkin 'perasaan' ?
biar ku jabarkan dalam kalimatku,

awal perjumpaan kita adalah takdir, bagaimanapun jalannya segala yang terjadi tanpa kita sengaja itu takdir,aku menghargainya,aku mengenangnya..

dulu kita adalah sama, seirama, dengan posisi yang sama tinggi
namun ternyata jalan Tuhan sebelum kita bertemu adalah beda, aku dengan keterbatasanku, kamu dengan segala yang kamu mau.. tapi awalnya semua tak menjadi sesuatu yang menghambat ketika kita seirama.

tak berapa lama takdir membantuku berjalan selangkah lebih cepat darimu,
dan kamu masih berjalan dengan irama mu,
aku menoleh dan tersenyum padamu, lirih kukatakan, "tak apa,pelan saja..aku masih disini dekat denganmu.."
hingga takdir kembali membawaku berjalan setengah berlari mendahului langkah kakimu,
kamu masih juga berjalan dengan irama mu,
kembali aku melihat kearahmu, sambil mengulurkan tanganku dan kembali berucap dengan nada sedikit lebih tinggi, "ayo,ayunkan selangkah lebih cepat kakimu,aku menunggumu menyusulku. tapi jangan khawatir, aku tetap dekat denganmu.."
takdir menyapaku, dan kali ini ia mengharuskan aku berlari jauh didepanmu,
dan kamu masih tetap saja berjalan dengan iramamu,
meski aku tak bisa lagi begitu jelas melihat sosokmu yang mulai samar,tetap kucoba berteriak padamu,
"ayo! berlarilah, jangan sampai kau tertinggal jauh,aku disiniii..aku masih menunggumu sampai disini.."
sampai akhirnya takdir berhasil membawaku terbang,dan aku benar-benar tak melihat lagi secuilpun sosokmu di jalan yang dulu kita lalui seirama, bahkan berteriak untukmu saja tak mungkin lagi bisa kau dengar,tapi aku tetap mencoba membantumu dengan apa yang kubisa.. berteriak dengan hati..

berharap bukan telingamu yg selama ini kau pakai untuk sekedar mendengar, mata yg selama ini kau pakai untuk melihat secara nyata proses belajarku bergegas, berlari hingga aku terbang, tapi semoga kali ini hatimu yang mau mendengar untuk mengerti, memahami 'ajakanku' selama ini..

"maaf telah memaksamu berjalan lebih cepat,berlari lebih tangguh,terbang untuk tinggi bersamaku,sekarang aku sadar.seberapapun ambisiku mengajakmu seirama denganku, pasti hanya akan sia-sia jika memang hatimu belum mau,sekali lagi maafkan aku.."

aku tahu, kamu juga tidak diam,kamu juga bukan tidak berusaha mempercepat langkahmu,bahkan orang2 di sekitarmu selain aku pun membantu segala apapun yang kamu butuhkan untuk menyusulku, aku tahu..
yang aku tidak tahu hanya satu,
kemana keinginanmu yang sebenarnya?kemana motivasi yang bisa membakar semangatmu untuk bisa berada kembali seirama denganku? aku tak bisa terlalu lama menunggu, karena waktu juga tak mau mengerti. waktu juga tak mau memberikan sedikit belas kasihannya untukku, untuk kita.. maafkan aku "


terakhir kali, aku bertanya pada hatimu dengan hatiku..
"hey, apa kabarmu? apa kabar langkahmu? sejauh mana kamu berjalan? kuharap kamu sungguh-sungguh berjalan.."

dengan lirih kau jawab,
"aku masih dengan langkahku yang sama ketika kita seirama,sedangkan kamu sudah tinggi,kamu sudah terbang,meninggalkan aku dengan langkahku.."

seketika menetes bulir-bulir bening dari mataku mendengar jawabanmu,
"aku tak pernah ingin meninggalkanmu, aku selalu membantumu, menawarkan jemariku untuk kau sambut lembut, memberikan segurat senyum untuk bakar semangatmu, aku selalu membantumu dengan segala yang kubisa, kamu bisa kembali seirama lagi denganku tentunya jika kamu dan hatimu MAU.."

mungkin kamu merasa tersudut,mungkin kamu tak tahu lagi apa yg harus kau jawab,
"terbanglah... sampai saat ini aku masih ingin berjalan dengan iramaku. terimakasih, kecil.."

mendengar jawabanmu kali ini rasanya hatiku sakit, dadaku sesak, hingga aku susah bernafas, namun dg berat hati kuanggukkan kepalaku.
"baiklah, berjalanlah sesuai irama yang kamu inginkan. seberapapun cepat langkah kaki yang kau mau,aku percaya suatu saat kamu akan terbang, tinggi, bahkan mungkin melebihiku. aku selalu berdoa untuk itu. kembali kasih, besar.."

setelah ini tak akan ada lagi ajakan,tak ada lagi kedipan mata untuk mengajakmu kembali seirama denganku,kembali menapaki irama kita seperti dulu. bedanya adalah kali ini kita harus berada di depan, bukan lagi di belakang, di jalur jalan yang kita lalui dulu, dua tahun lalu. ketika dunia terus berputar, itu artinya kita juga harus maju. dengan irama yang sekarang kita punya,kita berusaha..

aku bukan tak bersyukur, justru aku merasa Tuhan sangat sayang padaku atas apa yang Dia berikan selama ini sebagai tanda kasih Nya, jika suatu saat pun aku harus jatuh, aku siap! kuanggap itu sebagai salah satu bentuk kasih Nya padaku. aku juga bukan tak mau membantumu berjalan lebih cepat, berlari, hingga akhirnya terbang. aku sudah benar-benar mencoba itu, tapi apa jadinya jika kamu pun hanya memaksakan hatimu yang sebenarnya belum mau? aku hanya ingin menjadi motivasi, bukan beban untuk memberatkanmu, sungguh :'(

sebuah pesan untuk kamu,takkan kusampaikan untuk kau dengar, tapi semoga kamu mengerti setiap makna didalamnya, dengan hati kecilmu..

"terbanglah kemana saja,kapan saja untuk hatimu,jangan terbang untuk hati lain jika hatimu belum mau"



*i swear, so hard to say: goodluck and goodbye, big boss..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar