sekilas puisi

lihatlah keluar jendela, lalu lambaikan tanganmu perlahan
apa yg kau hantarkan setiap pagi? seseorang? atau kenangan?
sosok berwibawa itu adalah seseorang yang kau harapkan sekian lama
sekian tahun yg kamu pun tak tau sejak kapan

lihatlah sekali lagi,tetap keluar jendela. lalu sunggingkan senyum termanis
semanis mengiringi langkahnya menuju perjuangan
apa lagi selain perjuangkan kamu?
apa lagi selain memeras peluhnya tanpa berkeluh untukmu?
sekedar lambaian tangan dan segurat senyummu cukup bahkan lebih dari sehangat teh yg kau ramu setiap pagi untuknya

berhentilah banyak berfikir tidak padanya
karna dia seseorang yg kau harap sekian lama
suamimu,dia .

*
lihatlah menoleh ke balik punggungmu
paras damai itu mengobarkan pagi dinginmu menuju perjuangan
bahkan teramat damai
perannya sebagai ibu dr buah hatimu takkan pernah terbayar dengan gaji selama apapun kau berjuang
tapi menjaga hatinya cukup membuatnya senantiasa damai tanpa takut
ia yg mengharapkanmu, ia yang menunggumu meneguk teh hangat setiap soremu selepas senja
mengusap kemejamu yg sudah kusut dan bergumam, 'kamu pasti lelah'
merapihkan sepatu di tempatnya, membantumu melepas segala atribut perangmu dikantor, menyeduh air panas untuk luruhkan lelahmu
menyediakan telinganya untuk setiap ceritamu sehari ini, kemudian tersenyum tipis seolah ia juga ada didalam cerita
membagi ceritanya tentang anak-anakmu yang sudah berani berjalan ke sekolah sendiri

untuk dia yang tak pernah meminta lebih,
jagalah..

:)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar