8 jam menuju Bandung

Oct 7th 2011- 09.25

baru sekali ini aku menuju kota kembang, dengan kereta api, sendiri.
kalian tau? aku sangat menikmati setiap perasaan yang terjadi. mulai saat aku harus kesusahan masuk menuju pintu stasiun, rasanya tas ranselku ini berat sekali. tujuanku disana memang tidak untuk berapa lama. hanya untuk 3 hari 2 malam, tapi rasanya aku bawa baju untuk seminggu, maklum kelewat seneng akan ada di kota yang sebelumnya belum pernah kudatangi.
mulai dari aku terancam tertinggal kereta sehingga aku harus berlari sepanjang terowongan stasiun Tugu Jogjakrta, aku tertawa kecil saat berlari, "ah,belum berangkat aja seru begini!" kataku dlm hati :D
hingga akhirnya keretaku mulai berjalan, belum ada tanda-tanda yang berbeda dengan perjalananku sebelumnya ke Surabaya dan Jakarta. tapi sekitar dua jam kereta melaju, jantungku mulai berdebar, keretaku melewati terowongan cukup panjang yang membuat seluruh pandanganku tertutup gelap, kemudian Sungai Serayu yang konon katanya adl sungai terbesar setelah Bengawan Solo, tebing-tebing curam yg bahkan terlihat cantik dengan permukaan kasarnya, petak sawah hijau sejauh mata memandang dengan aliran air kecil yang jatuh teratur membentuk air terjun mini ciptaan manusia. lelaki2 kecil bermain layangan tanpa alas kaki dan mereka sangat menikmati, beberapa diantaranya sibuk bermain bola di ladang tanpa terbatasi tembok gedung kota, yang ada hamparan sawah dan langit yang siap menyajikan senja setiap sore. membentang menghadap bukit raksasa, kerbau-kerbau tampak tak pernah menyesal dilahirkan disini. tak berhenti disitu, beberapa gadis kecil berlarian dengan seragam pramuka mereka dan sepatu yang ditenteng, mereka berlarian dengan tawa yang aku yakin keras sekali, mrnyusuri setapak jalan berdebu dengan pepohonan rimbun ditiap tepinya.

kereta hampir sampai mengantarku, rasanya bibirku tak berhenti tersenyum memutar kembali apa yang kunikmati sedari tadi.
pemandangan takjub melihat tiap hal yang terlewat, aku seperti sedang berada dalam kereta wisata keluarga, padahal sebenarnya aku hanya duduk mengikuti kemana arah Lodaya melaju. serasa sedang melintasi kehidupan impian. tak ada lagi ingatan tentang kekacauan kota, bahkan urusan negara sekalipun. yang ada hanya perasaan teduh yang larut semakin dalam, semakin menghargai lukisan alam, mensyukuri karunia Tuhan berupa sepasang bola mata, hati yg menghayati, jiwa yg menenangkan.
Puncaknya adl SENJA, lembayung bergurat tenggelam tepat di depan mata, menikmati sinar emasnya ditelan bukit.
"sekaligus menjadi senja ketiga terindah untukku.."

:)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar